Pin It
Search
Sunday 5 July 2020
  • :
  • :

Uroe Tulak Bala, Tradisi Masyarakat Pantai Barat Selatan Aceh.

Uroe Tulak bala atau dikenal dengan Rabu Abeh merupakan tradisi sebagian masyarakat pantai barat selatan Aceh yang dilaksanakan setiap tahunnya. Rabu Aceh dilaksanakan pada akhir bulan Safar tepatnya di Tanggal 29 Safar 1435 Hijriyah dengan tujuan sebagai ritual untuk menolak bala atau musibah yang dipercaya oleh “sebagian” masyarakat sebagai bulan dimana bala Diturunkan oleh Allah SWT ke dunia.

Tradisi ini sudah berkembang sejak lama dan pada awalnya ritual tulak bala dilakukan kegiatan-kegiatan doa bersama di pantai yang diikuti oleh seluruh masyarakat desa. Saat ini, kegiatan tulak bala tak ubah sebagai ajang rekreasi keluarga, termasuk anak-anak yang suka meliburkan diri pada hari tulak bala untuk ikut bermain dipantai. Pada dasarnya tradisi tulak bala dilaksanakan pada akhir bulan safar kelander hijriyah karena pada bulan tersebut Nabi Muhammad SAW mulai jatuh sakit dan tidak lama kemudian pada bulan kegita pada tahun itu, beliau wafat. Sebagian masyarakat aceh mulai menetapkan bahwa bulan safar adalah bulan yang berbahaya dan untuk meminta perlindungan Allah maka terciptanya tradisi uroe tulak bala.

Tradisi ini hanya berkembang di wilayah barat selatan aceh dan hingga sekarang masih cukup bertahan. Dimulai dari Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan dan Singkil.

Sejarah dan Misteri Uroe Tulak Bala.

Bila ditelusuri asal muasal tradisi uroe tulak bala maka tidak ada catatan yang menceritakan tradisi ini, berdasarkan pendapat beberapa tetua desa bahwa tradisi ini bersadarkan pada kitab Kanzun Najah wa as Suruur halaman 24, sebagian ulama Sholihin Ahl Kasyf (ulama yang memiliki kemampuan melihat sesuatu yang samar) berkata. “Setiap tahun turun ke dunia 320.000 bala (bencana) dan semua itu diturunkan oleh Allah pada hari Rabu akhir bulan Shafar, maka hari itu adalah hari yang paling sulit.”

Pendapat Ulama Sholihin Ahl Kasyf tidak memiliki dasar hadist yang bisa dipertanggung jawabkan sehingga kepercayaan rabu diakhir bulan safar sebagai bulan penuh bahaya tidak dapat sepenuhnya diterima sepenuhnya. Bahaya dan Musibah hanya ditentukan oleh Allah SWT bukan oleh hari dan tanggal kalender, tapi lebih baik selalu menghambakan diri meminta perlindungan dan dijauhkan dari segalam Musibah

Facebook Comments


batatx

Segalanya penuh warna