Pin It
Search
Saturday 18 November 2017
  • :
  • :

Sejarah: Pesawat Seulawah RI 001

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Bangsa Indonesia terlahir dari sebuah perjuangan yang panjang dan melelahkan, begitu juga dengan aceh bahkan lebih panjang dan lebih banyak yang dipertaruhkan. Semangat masyarakat aceh untuk membantu perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia tidak sekedar dengan tenaga dan pikiran tapi juga material, salahsatunya adalah Pesawat jenis Dakota dengan nomor saya RI-001 yang diberi nama Seulawah yang dibeli dari uang sumbangan rakyat aceh.

Pesawat yang memiliki panjang badan 19,66 meter dan rentang saya 28.96 meter dengan disupport mesin prat & whitney berbobot 8.030 kg dengan kecepatan maksimun 346 km/jam sangat berjasa dalam perjuangan awal pembentukan negara Indonesia. Kedatangan Presiden Soekarno ke Aceh dengan harapan mendapatkan bantuan dana untuk membeli pesawat angkut TNI AU yang diprakarsai waktu itu oleh KSAU kepala Laksamana Udara Soerjadi Soerjadarma.

Pada tanggal 16 Juni 1948 Presiden soekarno bertemu dengan sejumlah tokoh penting aceh di hotel Aceh, presiden yang memang memiliki aura sebagai pembangkit semangat dan patriotisme menggugah keinginan rakyat aceh untuk turut serta dalam membangun Indonesia Raya dengan mengobarkan harta demi terciptanya kemerdekaan yang sesungguhnya. Dari hasil sumbangan berhasil dikumpulkan 20kg emas dibawah panitia Djuned Yusuf dan Said Muhammad Alhabsji.

Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli sebuah pesawat Dakota dan menjadi pesawat angkut pertama yang dimiliki bangsa Indonesia. Pesawat Dakota sumbangan dari rakyat Aceh itu kemudian diberi namaDakota RI-001 Seulawah. Seulawah sendiri berarti “Gunung Emas”.

Kehadiran Dakota RI-001 Seulawah mendorong dibukanya jalur penerbangan Jawa-Sumatra, bahkan hingga ke luar negeri. Pada bulan November 1948, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengadakan perjalanan keliling Sumatra dengan rute Maguwo-Jambi-Payakumbuh-Kutaraja. Di Kutaraja, pesawat tersebut digunakan joy flightbagi para pemuka rakyat Aceh dan penyebaran pamflet. Pada tanggal 4 Desember 1948 pesawat digunakan untuk mengangkut kadet ALRI dari Payakumbuh ke Kutaraja, serta untuk pemotretan udara di atas Gunung Merapi.

Pada awal Desember 1948 pesawat Dakota RI-001 Seulawah bertolak dari Lanud Maguwo-Kutaraja dan pada tanggal 6 Desember 1948bertolak menuju Kalkuta, India. Pesawat diawaki Kapten Pilot J. Maupin, Kopilot OU III Sutardjo Sigit, juru radio Adisumarmo, dan juru mesin Caesselberry. Perjalanan ke Kalkuta adalah untuk melakukan perawatan berkala. Ketika terjadi Agresi Militer Belanda Edisi II, Dakota RI-001 Seulawah tidak bisa kembali ke tanah air. Atas prakarsa Wiweko Supono, dengan modal Dakota RI-001 Seulawah itulah, maka didirikanlah perusahaan penerbangan niaga pertama, Indonesian Airways dengan kantor di Birma atau sekarang Nyanmar.

Karena kondisinya sudah tidak layak terbang dan masa operasinya berkahir maka Pesawat Dakota bernama Seulawah RI001 turut dimuseumkan. Mengingat jasanya yang dinilai begitu besar terhadap republi ini maka TNI AU memprakarsai berdirinya sebuah monumen perjuangan pesawat Replika Dakota RI-001 Seulawah di Lapangan Blang Padang Banda Aceh yang diresmikan pada tangal 30 Juli 1984 oleh Panglima ABRI Jend. L.B. Moerdani. Sementara pesawat aslinya masih tersimpan di Taman Mini Indonesia Indah.

Monumen ini menjadi lambang bahwa sumbangan rakyat Aceh sangatlah besar bagi perjuangan Republik Indonesia di awal berdirinya.

Facebook Comments


batatx

Segalanya penuh warna