Pin It
Search
Sunday 17 December 2017
  • :
  • :

Sejarah asal usul kopi Gayo (part I)

Fenomena ini terjadi karena aceh memang memiliki kebun kopi yang luas membentang di antara pegunungan bukit barisan meliputi wilayah kabupaten Aceh Tengah yang memiliki luas 48.500 hektare kebun kopi, Bener meriah 39.000 Hektare dan gayo lues seluas 7.000 hektar. Total kebun kopi daratan tinggi gayo sekitar 94.5000 hektare yang kebanyakan ditanami jenis kopi arabica dengan hasil produksinya mencapai 50.774 ton pertahun.

Dengan luasnya perkebunan yang dimiliki aceh, wajar bila aceh termasuk sebagai salahsatu pemasok terbesar kebutuhan kopi arabika di dunia dan penghasil kopi terbesar di Asia. Jenis kopi arabica yang dikembangkan petani di daratan tinggi gayo memiliki tekstur yang halus dan bercita rasa paling berat serta kompleks seperti yang akui seorang pakar uji cita rasa (cupper) kopi dunia, Christopher Davidson.

Terus dari mana kah asal usul kopi di daratan tinggi gayo??? Sebelum menjawab dari mana kopi arabica berasal sebaiknya kita akan baca sejarah bagaimana kopi itu sendiri berasal dan menjadi minuman populer masyarakat dunia.

Legenda kopi dan sejarah warung kopi pertama di dunia.

Kopi pada awalnya berasal dari benua Afrika, berdasarkan catatan sejarah atau lebih tepatnya legenda pohon kopi tumbuh di wilayah kerajaan kaffa Ethiopia, tumbuhan yang berbiji merah pada awalnya bernama kaffa (kafe) sesuai dengan nama daerah ditemukannya sekitar abad ke-9. Tapi legenda lain mengatakan bahwa kopi sudah dibudidayakan di Yaman dari bibit yang berasal dari kaffa sekitar tahun 575.

Legenda Kopi lainnya dari catatatn sejarah Islam, Kopi ditemukan oleh Sheikh Omar seorang tabib yang memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit, karena kelebihan yang dimilikinya sheik diasingkan ke sebuah gua padang pasir dekat Ousab, sheik mencari makanan dari tumbuhan-tumbuhan liar yang tumbuh sekitar gua, dan menemukan pohon berbiji merah yang berisi biji dan mengunyahnya tapi rasanya pahit tidak seperti warnanya merah terkesan manis, karena penasaran sheik mencoba dengan memanggang biji tapi kenyataan biji tersebut jadi keras. Masih penasaran sheik mengambil biji yang terpanggang keras berwarna hitam melunakkan dengan mendidihkan kedalam air panas, ternyata setelah melunak biji dan kopi menyatu menjadi cairan coklet berwarna harum. Setelah meminum sheikh merasakan sensasi dan pengaruh yang berbeda.

Pada masa itu penduduk mocha sendang menderita penyakit misterius, atas saran seorang penduduk sheikh omar dipanggil untuk meminta bantuan untuk bantuan menyembuhkan, sheikh memberikan minuman hasil penelitiannya kepada si penderita dan ternyata mereka sembuh. Tapi versi lain menyebutkan, sheikh omar menyembuhkan penyakit misterius putri raja mochas dengan ramuan biji kopi yang telah direbus.

Sementara legenda lain, kopi berasal dari Abyssina (salahsatu daerah ethiopia) yang ditemukan oleh seorang pengembala kambing bernama Kaldi yang hidup sekitar tahun 850. Setiap harinya kaldi hanya menghabiskan waktu sebagai pengembala kambing hingga suatu ketika mungkin dihari keberuntungannya sebagai penemu kopi Kaldi mengamati perilaku kambing yang berbeda dari biasanya, ada sesuatu yang aneh ketika kambingya mengembik keras dan melompat-lompat riang. Kaldi memperhatikan kambing-kambingnya berperilaku aneh sedang makan buah berwarna merah cerah yang tumbuh disemak-semak hijau disekitarnya. Karena penasaran dia mencoba memakan beberapa biji dan efeknya langsung bekerja Kaldi merasakan sensasi gembira secara tiba-tiba.

Sadar ada yang aneh dengan biji tersebut, Kaldi memetik beberapa biji dan memasukkan kedalam saku dan segera pulang memberitahukan apa yang ditemukan kepada istrinya. Istrinya mengatakan bahwa biji itu dikirim dari surga kemudian meminta kaldi untuk membawa ke orang pintar. Karena terkejut dengan cerita kaldi tentang sensasi memakan buah merah berbiji itu, orang pintar kemudian membuang nya kedalam api karena dia percaya biji tersebut mengandung sesuatu yang jahat. Namun keajaiban pun terjadi, seketika ruangan dipenuhi aroma wangi dari biji yang terpanggang.

Menariknya, manuskrip ilmiah berbahasa arab sekitar tahun 900 sudah ada catatan tentang kopi yang menempatkan kopi sebagai minuman memabukkan (bunna) di Ethiopia. Dari catatan ilmiah tersebut bisa setidaknya mendukung asal usul kopi dari ethiopia. Proses penyebaran kopi sampai keseluruh afrika terutama mekkah, menurut catatan sejarah kopi berasal dari ethiopia sering dibawa sebagai minuman oleh saudagar-saudagar ethiopia dan sudan ketika melakukan perjalanan yang sulit dan keras. Sejak awal masyarakat kaffa sudah mempercayai kopi dapat menyegarkan pikiran dan mengembalikan kekuatan.

Sebuah catatan lainya yang mendukung asal usul ethiopia sebagai tanah kelahiran kopi, pada tahun 1454 Mufti aden dijamu dengan kopi saat berkunjung ke Ethiopia karena cita rasanya sang mufti terkesan dan membawa kopi untuk diperkenalkan di Mekkah (Arab Saudi). Di Mekkah, sambutan terhadap kopi yang dikenal denganqahwa singkatan dari qahhwat al-bun (biji memabukkan)luar biasa. Periode selanjutnya di Mekkah dibuka warung kopi pertama di dunia bernama Kaveh Kanes, semakin populernya kopi dikalangan penduduk mekkah hingga berjamurnya warung kopi di Mekkah. Masalahpun datang ketika sebagian penduduk termasuk kalangan ulama mempertanyakan hukum minum kopi, sebagaimana dalam Al-Qur’an ada larangan untuk mengkonsumsi minuman atau makanan yang “memabukkan”. Namun beberapa kalangan berpendapat kopi bukan minuman memabukkan, sengketa terus berlanjut hingga pada tahun 1511, Gubernur Mekkah pada saat itu bernama Khair Beg memerintahkan semua warung kopi harus ditutup sehingga menimbulkan perdebatan yang sengit dan meluas hingga sultan Kairo ikut campur tangan. Pada tahun 1512 ketika gubernur Mekkah ditangkap dan dihukum mati atas tuduhan penggelapan, kopi kembali bertahan di Mekkah.

Bagi masyarakat mekkah warung kopi biasanya menjadi pusat kegiatan politik, berkumpul bertukar pendapat, membahas sesuatu atau sekedar duduk santai untuk membicarakan banyak hal sehingga menginspirasi negeri eropa untuk membuka kedai kopi dinegeri mereka. Pada tahun 1683 warung kopi pertama dibuka di Venesia Italia bernama Cafe Florian di Piazza San Marco yang dikenal sebagai warung kopi tertua di Eropa. Sepanjang abad 17 dan 18 rumah kopi menjamur di Eropa. Dengan pertumbuhan pesat dalam popularitas warung kopi, pada abad ke-17 kekuatan Eropa yang bersaing satu sama lain untuk membangun perkebunan kopi di koloni masing-masing. Pada tahun 1616 Belanda memperoleh bibit kopi dari Mocha yang sebelumnya Arab Saudi memberlakukan peraturan larangan bibit kopi keluar dari Benua Afrika. Arab saudi hanya mengeksport biji kopi yang sudah direbus atau di panggang. Belanda tidak kehabisan akal dengan penuh rencana berhasil menyuludupkan bibit kopi segar dari seorang India bernama Baba Budan. Baba Budan masuk arab saudi sebagai jamaah haji kemudian menyeludupkan bibit kopi segar diperutnya agar terhindar dari pemeriksaan ketika keluar dari mekkah. Pada tahun 1658 belanda berhasil membudidayakan kopi dalam skala besar di Sri Lanka. Tahun 1699 belanda mengembangkan sistem stek dan berhasil memindahkan tumbuhan kopi dari Malabar ke Pulau Jawa. Di Jawa tumbuhan kopi tumbuh dengan subur dan menghasilkan biji kopi terbaik, dalam beberapa tahun koloni Belanda telah menjadi pemasok utama kopi ke Eropa.

Pada 1720 seorang perwira angkatan laut Perancis bernama Gabriel Mathieu de Clieu berhenti dari jabatannya di Paris dan membeli tanaman kopi membawa pulang ke daerahnya di Martinique hingga tahun 1726 de Clieu memanen perdana kebun kopinya. Pada tahun 1777, de clieu memiliki 18 – 19 juta pohon kopi di Martinique. Pada 1730 Inggris memperkenalkan kopi ke Jamaika, di mana saat ini kopi yang paling terkenal dan mahal di dunia ini tumbuh di Blue Mountains. Para abad 17 dan 18 Brasil yang memiliki perkebunan tebu terbesar hancur ketika harga gula melemah di tahun 1820, brazil beralih dari perkebunan tebu menjadi perkebunan kopi hingga awal tahun 1830-an Brasil adalah produsen terbesar di dunia diikuti oleh Kuba, Jawa dan Haiti.

Persaingan produksi besar-besaran terutama dari Brazil dan Jawa menyebabkan jatuh harga kopi dunia yang paling parah terjadi pada akhir 1840 hingga tahun 1890-an. Selama masa-masa sulit itu, Ekspandi Brasil menurun karena kendala transport dan tenaga kerja. Sampai akhirnya satu persatu perkebunan berhenti menanam kopi termasuk jawa. Bersambung.

 

Sumber referensi:

www.nationalgraphic.com/coffee

www.ico.org/

wikipedia.org

Facebook Comments


batatx

Segalanya penuh warna