Pin It
Search
Saturday 18 November 2017
  • :
  • :

Satu Pandangan Dua Sejarah

dua sejarah
Melihat museum tsunami dari halaman kerkhoff
Satu pandangan tetapi memiliki dua sejarah yang berbeda…

Museum Tsunami adalah sebuah museum megah untuk mengenang kembali peristiwa tsunami Aceh tgl 26 Desember 2004 yg menelan korban kurang lebih 240.000 orang

Museum Tsunami Aceh dirancang oleh arsitek asal Indonesia, dia adalah Ridwan Kamil yang sekarang menjabat sebagai Walikota Bandung. Museum ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Di dalamnya, pengunjung masuk melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi — untuk menciptakan kembali suasana dan kepanikan saat tsunami. Dinding museum dihiasi gambar orang-orang menari saman, sebuah makna simbolis terhadap kekuatan, disiplin, dan kepercayaan religius. Dari atas, atapnya membentuk gelombang laut. Lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional Aceh yang selamat dari terjangan tsunami. jadi buat kamu yang penasaran dengan Museum ini segeralah untuk berkunjung ke Aceh.

Sejarah mencatat bahwa Belanda memiliki banyak kuburannya yang tersebar diseluruh indonesia, salah satunya terletak di Banda Aceh. Ada perasaan yang pahit yang dialami oleh Belanda bukti sejarah itu masih bisa kita liat dan saksikan pada hari ini di komplek kuburan militer Belanda di Kota Banda Aceh yang hingga saat ini masih terawat dengan baik. Kompleks kuburan ini lebih dikenal dengan nama Kerkhoff Peucut. Pemerintah kota Banda Aceh telah merawat dengan baik sekitar 2200 jasad prajurit Belanda, termasuk serdadu tawanan yang dibawa dari Ambon dan Pulau Jawa, pada saat Belanda memerangi Aceh 26 Maret 1873 sampai 1942. (sebagian sumber dari wikipedia)

Museum Tsunami dan Kerkhoff adalah Wisata heritage yang terletak di seputaran kecamatan Baiturrahman yang ada di Banda Aceh

Facebook Comments

Reviews

  • Wisata5
  • View6
  • Nilai Sejarah8
  • 0
  • 0
  • 3.8

    Score



Hidayat

| Smile | Simple | Love Photography | menulis dengan sebuah lensa......