Pin It
Search
Sunday 20 August 2017
  • :
  • :

Museum Kapal Apung Sudah Bisa Dikunjungi Pengunjung

Ketika tsunami terjadi pada tanggal 26 Desember 2004, Kapal dengan berat bobot 2600 ton,memiliki panjang 63 meter dan luas 1.900 meter persegi ini terseret gelombang pasang setinggi 9 meter sehingga bergeser ke jantung Kota Banda Aceh sejauh 5 kilometer. Kapal ini terhempas hingga ke tengah-tengah pemukiman warga, tidak jauh dari Museum Tsunami. Sampai sekarang lokasi terdamparnya kapal PLTD apung ini tetap dipertahankan oleh pemerintah setempat untuk dijadikan kawasan wisata sejarah.

Pembangunan terus-menerus ditambah seperti pembangunan pagar pembatas di sepanjang lokasi kapal, pembangunan areal lahan parkir, pembangunan taman, pembangunan monumen tsunami yang berisi catatan-catatan dan foto pasca terjadinya tsunami saat itu, pembangunan jalan layang yang mengitari lokasi sampai ke menara mercusuar serta beberapa pembangunan pembangunan lainnya.

Pada Tahun ini pembangunan ditambah pada dalam kapal, interior yang mewah dengan berbagai fasilitas membuat anda harus kembali lagi mengunjungi situs tsunami ini. Sejak tanggal 1 September 2015 museum dalam kapal apung resmi dibuka untuk umum, di dalam anda bisa menikmati fasilitas TV Touchscreen untuk melihat berbagai informasi seputar tsunami dan situs kapal apung, tempat duduk yang nyaman dan tidak perlu khawatir akan kurangnya udara didalam kapal, ventilasi dan AC sudah dipersiapkan secara matang.

Situs PLTD Apung buka pukul 09.00-13.00 dan 14.00-17.00 WIB. Untuk masuk, menurut Rahmad pengunjung tidak dikenakan tiket. Namun ada kotak sumbangan di dekat pintu masuk dan buku tamu untuk diisi wisatawan.

Facebook Comments