Pin It
Search
Friday 24 November 2017
  • :
  • :

Menjelajahi Goa Legenda Putri Naga

Tau nggak wak, aku punya cerita lo dari tapak tuan, klo di jawa sana wak, ada gua tempat bertapanya si buta dari gua hantu, sementara di tapak tuan ada gua tempatnya si putri yang menghabiskan masa kecilnya..

kali ini kami para tim dari aceh planet yang menjuluki diri sebagai fanatik garis keras sangat pantang mendengar yang namanya goa dan tempat-tempat liar lainnya yang ada di mana aja.

Bertepatan liburan panjang kami para tim pergi ke aceh selatan untuk untuk menjelajahi tempat2 wisata yang eksotik, karena kami mendapat informasi bahwa disana terdapat wisata yang terbanyak di aceh salah satunya goa kallam.

Menurut legenda ysng di warisi dari generasi ke genarasi yang ada di Aceh Selatan, Gua Kalam ini di percaya sebagai tempat bertapanya Tuan Tapa dan tempat Putri Naga tinggal setelah diselamatkan Tuan Tapa dari cengkeraman sepasang naga dari negeri cina yang hampir menculik sang putri .

Letaknya tidak seberapa jauh dari pusat kota. Sekitar satu kilometer di belakang Masjid Raya Istiqamah. Butuh waktu satu setengah jam berjalan santai dari titik awal perjalanan sampai berada di mulut Gua Kalam yang menganga di depan. Tingginya kurang lebih sembilan meter. Selama perjalanan kami di temani kicauan burung dan Aroma khas menyengat ke hidung kami saat mendaki bukit. Tak aneh kalau Tapaktuan juga berjuluk Kota Pala karena di perbukitan sekitar kota ditanam banyak tanaman rempah-rempah yang menjadi idola bangsa Eropa dulu berdatangan ke Nusantara ini.

 

Kami harus berhati-hati menyusuri bebatuan sungai yang airnya bening ini. Saking jernihnya air sungai ini dasarnya pun terlihat. Terkadang kami mesti berjalan di bawah tumbangan pohon besar yang melintang di atas sungai. Kami sering menjumpai fuli pala, kulit biji pala yang berwarna kemerahan, berceceran di sepanjang pinggiran sungai.

Sebelum memasuki mulut gua, kmi menemukan gua kecil yang warga setempat memberikan nama Gua kapanjang, dari ceritya warga setempat didalam goa tersebut bediam seekor ikan raksasa yang katanya sering menerkam ternak warga yang kebetulan lewat atau tersesat. Sampai warga setempat pernah mencoba menangkap mahluk misterius tersebut dengan seekor anjing yang di ikat di sekitaran gua tersebut.

Alhasil hewan yang di jadikan umpan lenyap dan sementara mahluk tersebut pun tidak dapat di tangkap. Dan sampai sekarang masihdi percaya mendiami goa kapanjang.

Ok wak. Kita lanjutkan lagi perjalanan kita ke gua kalam. Ketika kami memasuki mulut gua kami di sambut oleh segerombolan kekelawar yang panik dengan kehadiran kami,. Jumlahnya belumlah ratusan ribu seperti gua-gua sarang kelelawar di tempat lain. Terbukti kami tidak mencium atau pun berjalan di atas tumpukan kotoran kelelawar yang menyengat baunya. Jangan pula khawatir kalau ada yang menetes dan jatuh di kepala kita, karena itu air dari langit-langit goa, bukan kotoran.

 

Ada bagian sungai di dalam gua itu yang dalam dan harus kami lalui . Tinggi airnya setengah pinggang orang dewasa. Tapi itu tak jauh. Kurang lebih sepuluh meter saja. Setelah itu bebatuan kembali. Di tengah gua, di dinding sebelah kiri atas, ada lubang besar yang memberikan bantuan pencahayaan kepada kami. Lobang itu akibat longsoran yng terjadi beberapa waktu lalu.

Kondisi dalam goa lumayan terang akibat cahaya yang di hasilkan dari lobang longsor . dalam gua tersebut. kita menjumpai singai-sungai kecil yang mengalir ke hulu. Kalau diperkirakan jarak ujung terowongan ini mencapai 100 meter dari gerbang yang tadi kami lewati. Untuk mencapainya kami harus menaiki bebatuan yang besar . Lagi-lagi kami harus berhati-hati jangan sampai terpeleset. Akhirnya kami sampai di ujung gua. Di sebelah kanan kami terdapat tempat yang tertinggi itulah tempat Tuan Tapa bertapa. Untuk menaikinya lebih baik berhati-hati di karenakan batu- batu yang terdapat di situ begitu licin.

Di tempat bertapa Tuan Tapa ini ada sebuah batu besar dan batu ini di juluki oleh masarakat setempat sebagai cerminnya putri naga.

Sambil melepas penat kami menyiapkan makanana dengan memasak mie instan yang kami persiapkan sebelumnya. Di ujung gua ada sebuah batu unik yang di aliri air dari sungai ke gua, air yang mengalir di batu unik itu membuat kami asik bermandi ria di atas batuan yang di aliri sungai tersebut.

Setelah itu kita langsung pulang dan tertidur pulas. Karna besok akan banyak tempat -temapt seru dan menantang yang ada di aceh selatan untuk kami kunjungi.

 

 

nonton video perjalanan nya dsni

 

 

Facebook Comments


bastera rusdi

Saya adalah jiwa bebas yang menyukai seni photography, dan sangat menjunjung tinggi etika dalam pengambilan sebuah karya untuk menciptakan sebuah seni. Traveling adalah satu wujud kerja saya dalam mencari sebuah inspirasi.