Pin It
Search
Sunday 25 June 2017
  • :
  • :

Menikmati keindahan malam di ketinggian 800mdpl

Hari itu ane mendengar informasi dari kawan2 pecinta alam bahwa ada tempat yang luar biasa untuk mengabadikan matahari terbit (sunrise),tak hanya itu keindahan mlmnya juga luar biasa yaitu puncak gunung goh leumo. Goh Leumo salah Puncak gunung yang tertinggi di Aceh Besar selain dari puncak gunung selawah. Dinamakan puncak Goh Leumo karena puncak ini sangat mirip dengan pundak sapi bila kita melihat dari jarak jauh. Maka tidak salah jika puncak ini dinamakan dengan puncak Goh Leumo oleh semua orang.

Kali ini ane bersama teman2,, berniat mendaki gunung  dengan ketinggian 800 mdpl.  Dengan persiapan perlengkapan  tempur dan makanan, ane juga mencari tau tentang kondisi alam, medan tempuh,  sumber air juga titik-titik posnya untuk mencapai puncak. Soalnya ane bersama teman-teman lain  belum pernah mendaki puncak goh leumo dan menurut informasi yang ane dapat, pendakian gunung goh leumo di perkirakan sekitar 4 jam perjalanan. Dan yang paling gawat tidak ada sumber mata air disana, Jadi para pendaki yang berkeinginan menuju goh leumo di harapkan membawa stok  yang mencukupi.

Perjalanan dari kantor aceh planet menuju ujung pancu  memakan waktu sekitar 15 menit dan sampailah di kampung Lam Guron. Setelah meminta izin kepada kepala desa setempat ane langsung bergerak menuju pintu rimbanya. Awal pendakian dimulai dari tanjakan di ujung kampung,  waktu menunjukan jam 05.00 sore mula-mula ane dan teman  melewati tanjakan anak tangga  yang berjumlah sekitar  127 anak tangga  yang menjadi jalur evakuasi tsunami, terus naik ke atas membelah belantara.

Setelah 15 menit perjalanan lututpun  mulai terasa pegal. Tapi canda tawa tetap menyembul di antara langkah-langkah kami . Salah satu teman ane memang merupakan pendaki pemula (termasuk ane diri). Kemudian raut muka sudah mulai berubah, ada peluh yang mulai membasahi baju.

Ada tawa yang hilang. Ada muka yang mengerut. Canda, sesekali masih muncul. Tapi raut wajah yang tak lagi cerah tak bisa ditutupi. Resiko membawa pendaki newbie adalah harus sebentar-sebentar istirahat. Kala anda berjalan saling berdekatan, Anda dapat mendengar suara nafas yang terengah-engah dan melihat peluh yang memenuhi dahi.

Kini  Jalur  yang kami lewati  lebih licin dan berbahaya diakibatkan beberapa hari belakangan ini terjadi hujan yang berkepanjangan. Di beberapa lokasi, kemiringan pendakian mencapai  70 derajat hingga kami harus menggunakan akar-akar kayu untuk bergelantung sebagai alat bantu pendakian. kebetulan perjalanan kami sedikit agak lambat karena menyeimbangi salah satu kawan ane yang masih newbi, hingga malam menyelimuti perjalanan kami mencapai puncak goh leeumo sedikit beresiko dengan medan yang belum kami kuasai.  Suara azan magrib terdenganr dari aplikasi android yang ikut kami bawa serta sebagai salah satu perlengkapan.  Suasanan di tengah perjalanan sudah agak remang. dan berhubung kami belum menguasai medan, kami terus memaksa mencapai puncak sebelum gelap benar-benar menutupi pendakian.

Ssetelah melewati serangkaian pendakian yang menantang akhirnya kami sampai di puncak,   kami pun beristirahat sejenak untuk melepaskan penat yang luar biasa, membersihkan luka-luka di sekitar dan lutut tangan dan kaki dari darah yang sudah mengering.  Waktu menunjukan jam 9 malam, kami menyiapkan perlengkapan, mendirikan tenda, menyalakan api unggun dan meyiapkan makanan untuk mengobati kelaparan yang mulai membuat sendi dan perut gemetar. Rasa penat yang laur biasa kini hilang setelah melihat begitu indahnya kota banda aceh dan aceh besar  di malam hari dari ketinggian .   Sambil menikmati secangkir kopi dan  canda tawa dari teman teman, kami habiskan malam di temani suara-suara makhluk liar.

Subuh, saat alarm berbunyi menunjukan pukul 06.00 kami terbangun memanaskan air untuk menyeduh kopi. Dtemani sarapan alakadarnya dengan secangkir kopi menikmati matahari terbit dari ufuk timur mengintip dari celah gunung selawah. begitu indah hidup ini bila di nikmati karena hidup cuma sekali bukan berkali-kali. Menjelang siang stokpun sudah mulai menipis kami memutuskan untuk pulang dan berharap di kesempatan lainnya dapat kembali untuk menikmati indahnya puncah Goh leumo. Saleum

 

Facebook Comments


bastera rusdi

Saya adalah jiwa bebas yang menyukai seni photography, dan sangat menjunjung tinggi etika dalam pengambilan sebuah karya untuk menciptakan sebuah seni. Traveling adalah satu wujud kerja saya dalam mencari sebuah inspirasi.