Pin It
Search
Saturday 18 August 2018
  • :
  • :

Konservasi Penyu langka di Pulau Bengkaru

Kepulauan Banyak, khususnya Pulau Bangkaru terdapat satwa langka, yaitu penyu Hijau, penyu Belimbing dan penyu Sisik. Para wisatawan disini dapat melihat penyu bertelur setiap malam, sekaligus dapat melihat bayi-bayi penyu yang merangkak ke laut pada saat matahari terbit. Pantai amandangan dan Pelanggaran di Pulau Bangkaru merupakan kawasan wisata yang menarik, khususnya untuk wisatawan yang berminat melakukan penyelidikan terhadap penyu yang setiap malamnya memenuhi pasir putih pantai Amandangan

Untuk memasuki pulau Bengkaru dikutip biaya konservasi, Kegiatan konservasi penyu di Pulau Bangkaru dimulai atas prakarsa seorang praktisi ekowisata berkebangsaan Swedia bernama Mahmud Bangkaru (nama ini adalah nama yang ia sandang setelah memeluk agama Islam) pada tahun 1994. Sebelum itu, perburuan dan perdagangan telur penyu sangat marak di Kepulauan Banyak. Ia lantas mendirikan Yayasan Pulau Banyak (YPB) yang pada awal kehadirannya harus menghadapi banyak rintangan mengingat tidak sedikit warga yang mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan telur penyu itu.

Untungnya, masalah yang dihadapi oleh Mahmud Bangkaru mendapat dukungan dari Ian Singelton yang tergabung dalam Yayasan Ekosistem Leuser (YEL). Ian memperkenalkan Mahmud dengan seorang ahli penyu laut berkebangsaan Belanda bernama Maggie Muurmans.

Bersama Mahmud, Maggie bahu membahu menghidupkan YPB dengan dukungan dan bantuan keuangan dari mitra YPB dari berbagai organisasi dunia yang perduli dengan pelestarian hewan-hewan langka. Lembaga-lembaga itu antara lain Yayasan Ekosistem Leuser, PANECO (Swiss), AECID (Spanyol), dan sebagainya. Maggie memprakarsai program monitoring penyu di Pulau Bangkaru. Sementara Mahmud melakukan lobi-lobi di tingkat pemerintahan untuk ikut terlibat dalam usaha penyelamatan penyu.

Sejak tahun 1996, Departemen Kehutanan menetapkan Pulau Bangkaru sebagai kawasan taman nasional, bersama sejumlah wilayah lainnya di Kepulauan Banyak. Bekerjasama dengan Yayasan Pulau Banyak (YPB), Bangkaru dijadikan sebagai tempat pusat konservasi penyu hijau, sisik, dan penyu belimbing.

 

Facebook Comments

Reviews

  • 8
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 1.6

    Score



batatx

Segalanya penuh warna