Pin It
Search
Sunday 18 August 2019
  • :
  • :

Keumamah, Kuliner Aceh zaman Perang

Keumamah atau Ungkort Kayee menjadi salahsatu kuliner masyarakat aceh yang masih digemari sampai sekarang, asal muasal kuliner berbahan dasar ikan ini cukup unik karena tercipta pada saat aceh sedang perang. Dalam catatan sejarah, keumamah menjadi lauk utama yang selalu dibawa oleh para pejuang aceh saat bergerilya di hutan selain tahan lauk rasanya juga sangat enak.

Sejak dulu Keumamah dikenal dengan sebutan Masakan Perang dan termasuk masakan favorit para pejuang-pejuang Aceh, dikarenakan masakan ini tahan lama atau tidak mudah basi dan bisa menambah nafsu makan.  Yang menjadi daya tariknya, masakan ini semakin dipanaskan akan semakin enak. Meski sudah dikenal sejak lama di kalangan masyarakat Aceh, proses pengolahan Ikan Kayu bukanlah berasal dari Aceh, melainkan diadopsi dari Negeri Sakura Jepang.

Ilmu ini di Jepang sudah berumur ratusan tahun. Orang Jepang menyebut Ikan Kayu sebagai Katsuobushi, yakni makanan awetan berbahan baku ikan cakalang atau katsuo. Cara memakan Katsuobushi ini diserut menjadi seperti serutan kayu untuk diambil kaldunya atau bisa ditaburkan di atas makanan sebagai penyedap rasa. Atau dimakan begitu saja sebagai teman makan nasi.

Bahan dasar dari ikan keumamah atau ikan kayu ini adalah ikan tongkol namun melewati proses pengawetan alami yaitu dengan cara dijemur selama sehari bahkan dua hari. Sebelum ikan tongkol tersebut dikeringkan, ikan tongkol dipotong-potong atau diiris tipis-tipis agar pengeringan lebih cepat. Setelah kering, ikan tongkol tersebut dimasak sesuai dengan selera yang memasaknya.Biasanya ikan keumamah ini dimasak dengan dua cara, yaitu ditumis disebut dengan keumamah tumis atau dimasak dengan kuah santan yang biasa disebut dengan keumamah lemak. Bumbu dari kedua masakan ini tidaklah jauh berbeda, perbedaan yang paling mencolok adalah adanya kuah santan..

Ikan keumamah sendiri di Aceh sudah banyak diperjual belikan, maka tak heran apabila banyak pengunjung yang sudah pernah mencicipi ikan keumamah ini. Nah, kebanyakan dari pengunjung yang sudah mencicipinya, mengatakan bahwa kuliner ini membuat siapa pun pasti ketagihan.

Facebook Comments


batatx

Segalanya penuh warna