Pin It
Search
Friday 22 November 2019
  • :
  • :

Keindahan Pantai Kaki Geurutee Aceh Besar

Banyak yang tidak menyadari pesona eksotik kaki geurute tepatnya di Perbatasan antara Aceh Jaya dan Aceh Besar, Hamparan pasir putih membentang luas disepanjang bibir pantai pernah menjadi lokasi camping kami beberapa tahun yang lalu, kenangan akan masa lalu lima tahun pasca bencana tsunami dengan semangat tinggi tanpa tujuan arah yang pasti, bersama 5 teman yang selalu ikut kalo pas lagi acara camping melaju ke taman kaki geurutee. Pasirnya tandus dan memang bersih pasca diratakan tsunami memudahkan kami mendirikan tenda, hanya ada satu cemara kecil yang baru tumbuh didekat tenda.

Menjelang senja, segala urusan sudah siap sedangkan kawan-kawan yang lain mulai mengumpulkan kayu-kayu yang lumanyan banyak disekitar bibir pantai terutama puing-puing perahu nelayan yang menyisakan papan-papan kecil menjadi makanan lezat api ungun kami malam nanti. Memanaskan air menyeduh kopi dan mulai memainkan gitar, teman lainnya sibuk tidur-tiduran beralaskan pasir sambil menatap kelangit luas tak bertepi.

Menjelang malam, angin mulai berhembus sedikit agak kencang, ada perasaan curiga kalau hujan akan segera menyerbu bumi tapi kami beralasan jika tempat ini memang anginnya kencang karena tidak ada tanaman atau tumbuhan yang hidup disekitar pantai. Saat sedang asik menikmati malam yang indah jauh dari keramaian dan ingin melepaskan beban kuliah selama seminggu ujian tiba-tiba badai datang, api ungun mulai begoyang-goyang kencang seakan mengeliat, melawan alam yang sedang tidak bersahabat malam ini. Satu api unggun telah padam, kami berlima bertahan dalam tenda, tapi tak berdaya, patok tenda mulai terangkat pada sisi kanan, kami segera keluar mencari perlindungan tapi sia-sia karena tidak ada satupun tumbuhan atau bangunan terdekat yang ada. beuh!!petaka…panci tempat memasak air terbang entah kemana, tenda mulai kedengaran tulangnya patah, apalagi gelap gulita badai dan hujan seakan tak pernah menunjukkan untuk segara berhenti.

Menyalakan motor, kami segara menyelematkan diri ke atas gunung geurute, dibelakang kami suara gemuruh angin semakin kencang, tenda terbang bersama sekotak indomie dan berbagai macam perkakas lainnya termasuk gitar, kami tidak peduli yang penting kami ingin terus berlari eh maksudnya terus melaju dikegelapan malam mencari perlindungan, sampai diatas geurute ada cafe yang masih buka dan kami singgah disana dengan kondisi basah kusup dan kedinginan.

Keesokannya kami menyusir pantai kaki geurute, mengutip sisa-sisa yang masih bisa dipakai. sementara tenda sejauh terdampar 10 meter dari lokasi, setelah memeriksanya tamatlah riwayat tenda kesayanganku…pulang ke banda aceh dengan perasaan campur aduk, ada banyak cerita yang asik dibagikan diwarung kopi nanti malam atau di blog aceh planet ini..

salam

Akses kelokasi ini cukup mudah bisa dilalui dengan mobil dan kenderaan roda dua. Lokasi wisata pantai kaki geurute masih belum banyak di kunjungi oleh wisatawan.

Facebook Comments


batatx

Segalanya penuh warna