Pin It
Search
Friday 22 November 2019
  • :
  • :

Kehidupan masyarakat Krueng Seumayam

Nuansa kehidupan pedesaan sangat terasa di sepanjang aliran sungai seumayam, sungai yang mengalir dari leuseur ini juga sering digunakan untuk mencuci bagi ibu-ibu rumah tangga dan memandikan ternak bagi petani. Tapi, bila musim hujan tiba krueng seumayam sering abrasi dan banjir, sementara sebagian besar penduduk bergantung hidup dari sungai sebagai pencari ikan dan mengandalkan sumber air sungai untuk kebutuhan petanian. Sungai seumayam banyak hidup spesies ikan seperti kerling, bawal, udang dan kerang sepanjang sungai hingga ke kuala seumayam. Meskipun alam cukup memberikan penghidupan, sebagian dari penduduk krueng seumayam juga bertenak lele, bahkan ada juga mengumpulkan lokan meskipun hanya sekali seminggu dengan cara menyelam hingga ke dasar sungai tanpa menggunakan peralatan selam yang memadai. Dalam sehari, mereka bisa memperoleh satu karung atau setara 20 kg dengan harga Rp. 110.000 per karung. Lokan mudah diperoleh pada saat air surut.

Meskipun pada tahun 1998, daerah ini dinyatakan sebagai bagian dari Kawasan Ekosistem Leuseur yang notabene merupakan kawasan lindung, namun ada perusahaan besar yang dapat memiliki HGU dan secara legal mengelola lahan di kawasan tersebut. Beberapa fakta menunjukkan bahwa upaya alih fungsi lahan seringkali mengabaikan nilai ekologis hutan rawa gambut, termasuk juga manfaat ekonomis bagi masyarakat lokal yang subsisten. Bagaimana jika areal hutan yang tersisa ini betul-betul beralih fungsi? Kemana lagi masyarakat lokal akan mencari sumber penghidupan?

 

 

Facebook Comments


batatx

Segalanya penuh warna