Pin It
Search
Saturday 18 November 2017
  • :
  • :

Budaya Hidangan Pesta-Intat Linto

Siapa sih yang nggak mau menjalani hidup dengan seorang lelaki atau wanita yang disayangi dan dicintainya? Tentu saja itu menjadi impian setiap makhluk Allah di jagad raya ini. Naaaaah.. setiap orang tentunya juga punya keinginan masing-masing untuk menyukuri peresmian hubungan mereka yang sah itu; biasanya dengan mengadakan party, baik sederhana maupun mewah. Well, pada kesempatan ini penulis ingin sedikit sharing tentang adat pernikahan di Kabupaten Bireuen

Mungkin adat di aceh beda dengan adat di luar aceh , atau di mana pun kalian berada , sebelum menaiki pelaminan sang mempelai peria harus melewati ( melakukan ) beberapa hal adat. Sebelum upacara pernikahan dilangsungkan, calon pengantin perempuan atau dara baru akan memperlihatkan kemampuannya menamatkan pembacaan kitab suci Al- Quran. Kemudian, ayah kandung calon pengantin perempuan memimpin upacara pernikahan atau ijab kabul.  Setelah itu, Pihak keluarga Pengantin Pria menyerahkan jeunameu atau mas kawin berupa sekapur sirih, seperangkat kain baju adat, dan emas paun.

Selain Adat yang luar biasa meriah di Aceh, Pihak Dara Baro menyediakan berbagai makanan untuk Linto Baroe (Pengantin Pria) akan diberikan suguhan istimewa yang kerap ada di setiap pernikahan adat Aceh. Sudah siap untuk kelezatannya. Menu yang yang disajikan pun beragam seperti ; Gulai Kepiting, Ayam Tangkap, Cumi Cabe Ijo, Mie Goreng Basah, Mie Goreng Kepiting, Timphan Boh Ubi, Nasi Goreng Aceh, Si Kameng, Ikan Bakar, Rendang sampai makanan kue dari timphan, boi yang membuat perut Anda berbunyi.

Berbicara tentang makanan hidangan Pesta, di Aceh termasuk memiliki ciri khas karena makanan yang disajikan adalah makanan Aceh pastinya, Hidangan ini disajikan untuk para undangan rombongan penganti pria.

Facebook Comments


Ziauddin

Opini itu bebas, tetapi fakta adalah suci. Salah satu hal yang saya lakukan sebagai seorang penulis : mencoba berkonsentrasi penuh, kemudian bersantai dan membiarkan sebagian diri saya mengatakan apa yang harus saya lakukan, bagaikan tangan-tangan ilmuwan gila membolak-balik tubuh orang yang tidak bersalah.