Pin It
Search
Thursday 12 December 2019
  • :
  • :

Ada sejarah ratusan tahun di Gua Seumancang Aceh Barat Daya

Beredar desas-desus goa seumancang dipercaya pernah dihuni manusia mesolitik yang doyan berburu dan tinggal di goa-goa, namun terbantahkan ketika tim arkeologi melakukan penelitian di goa seumancang tidak memenuhi syarat sebagai tempat hunian masyarakat mesolitik karena ciri-ciri goa yang digunakan tempat hunian zaman mesolitik kondisinya tidak lembab, matahari dapat masuk kedalam goa dan makanan yang dibutuhkan tersedia disekitarnya dan berdekatan dengan sumber mata air, sementara kondisi komplek gua seumancang memiliki ceruk yang sempit sehingga matahari tidak dapat masuk, permukaan berbatu-batu dan lembap. Selain itu juga karena mulut ceruk berada pada 3100 (baratlaut) dan 2400 (baratdaya). Selanjutnya gua Seumancang juga kurang cocok digunakan sebagai hunian mengingat kondisinya cukup gelap dan lembab akibat kondisi penyinaran kurang.

Mulut Gua seumancang mengarah kebarat memiliki ketinggian 3 meter dengan diameter 3,5 dan memiliki dua ruangan. Pada salahsatu ruangan ternyata terdapat sebuah makam berukuran 4 meter, lebar 1,3 meter dengan ketinggian 40 cm. Pada bagian atas makam terdapat tumpukan batu karst berbagai ukuran dalam jumlah yang banyak. Diperkirakan bahwa makam yang berukuran cukup panjang ini bukan makam seperti biasanya, melainkan sebagai simbol dari seorang tokoh yang
cukup disegani bernama Hasanuddin/ Tengku Di Kandih.

Menurut informasi tokoh tersebut adalah salah satu pengawal Kerajaan Aceh yang kemudian menginggal dan dimakamkan di Desa Kila, Nagan Raya. Tokoh itu dipercaya telah menggunakan gua
tersebut sebagai tempat mendekatkan diri pada Allah. Selain makam, keberadaan batu-batu di dekat makam tersebut juga dipercaya pernah digunakan sebagai alas sholat dan meletakkan Al Qur”an. Demikian juga dengan pertulisan yang menggunakan huruf Arab pada sebagian dinding gua. Setidaknya melalui tinggalan tinggalan itu menggambarkan adanya aktivtias yang berkaitan dengan Islam, seiring dengan informasi tentang seorang tokoh beragama Islam yang pernah tinggal di gua
tersebut.

Menarik, ada sejarah dan misteri yang perlu diungkapkan kepermukaan, namun perlu cukup banyak bukti dan waktu untuk mencari sebuah kebenaran. So, kalian yang suka dengan hal-hal yang bernuansa sejarah dan budaya, Gua Seumancang salahsatu tempat yang perlu dipelajari karena perlahan-lahan akan terungkap sebuah kebenaran sejati.

Sekedar informasi, gua seumancang jarang dimasuki termasuk penduduk setempat karena dianggap sakral dan menghidari resiko.

Facebook Comments


batatx

Segalanya penuh warna