Pin It
Search
Monday 6 July 2020
  • :
  • :

Acuan Keukarah

Keukarah atau Keunarah sejenis kue tradisional aceh yang terbuat dari tepung dan gula digoreng kedalam minyak dengan bentuk pola-pola rumit menggunakan adonan terbuat dari batok kelapa, sekilas menyerupai bentuk sarang burung. Acuan dari batok yang dipasang gagang akan diisi dengan adonan yang terbuat dari tepung terigu, santan dan gula. Adonan tadi dialirkan ke dalam minyak goreng yang telah dipanaskan secara pelan-pelan, membentuk lempengan mirip serabut. Setelah matang, lempengan dilipat membentuk segidua atau segitiga tergantung selera pembuat. Membuat keukarah ini harus dengan kesabaran. Sebab, kue tersebut hanya bisa digoreng satu-persatu dalam satu penggorengan, sehingga butuh waktu relatif lama.

Keunarah dalam masyarakat tradisional aceh menjadi hidangan pada perayaan hari-hari besar seperti Lebaran dan Kenduri adat. Saat ini kue keunarah bisa didapatkan di toko-toko souvenir yang biasa diminati sebagai oleh-oleh dengan bentuk dan rasa yang khas. Keunarah memiliki tekstur yang unik dan renyah dan biasanya bentuk nya dibuat bermacam-macam seperti bulan sabit, gulugan, piringan dan bintang segitiga. Keunarah bisa disimpan dalam bentuk yang lama dengan catatan harus ditempat tertutup seperti dalam toples agar kerenyahannya tetap awet dan enak ketika dinikmati dengan kopi dan teh.

Cara membuat keukarah pun harus dengan takaran yang pas, takaran yang dipakai para pembuat kue keukarah adalah 1 kilogram tepung beras, 2 gelas gula pasir, 4 gelas air dan diseberi sejumput garam untuk menambah rasa. Biasanya kue keukarah hanya bertahan 15 hari sampai dengan 3 bulan, selebihnya dari masanya kue keukarah akan kehilangan gurih dan kerenyahannya. Di daerah aceh barat, kue keukarah berukuran besar sampai 30 centimeter panjangnya berbentuk bulan sabit, sedangkan di daerah-daerah lain rata-rata sama seukuran 10 centimeter yang berbentuk sabit dan 5 centimeter yang berbentuk segitiga.

Facebook Comments


batatx

Segalanya penuh warna