Pin It
Search
Saturday 18 November 2017
  • :
  • :

Aceh Banjir Musim Rambutan dan Langsat

Akhir Tahun dan Awal Tahun ini adalah bulan penuh kebahagiaan, karena bulan ini rambutan sedang berbuah / musim panen. Pada bulan ini, Pidie Jaya menjadi sorotan pengunjung yang ingin mencicipi Rambutan Manis. Pedagang buah menilai, Musim Rambutan dan Langsat ini sangat diminati oleh masyarakat.

Melewati, salah satu pedagang buah di pedagang kaki lima di Pidie Jaya pun senang dengan musim rambutan pada akhir tahun ini.  Penjualan rambutan cukup laris.  pedagang mengakui, keuntungan yang didapat jauh lebih besar dari ia berjualan buah biasa. Namun ia tidak menyebutkan berapa besaran  keuntungan yang didapat. Jumlah rambutan dan langsat yang dijual untuk saat ini bisa mencapai 100 sampai 200 ikat per hari. Untuk Rambutan Harga dijual berkisar 10.000 – 12.000 per/ikat dan Langsat 12.000-14.000 per/ikat.

Tanpa tawar menawar lagi, para penumpang memborong semua rambutan itu. Rata-rata memperoleh empat ikat, karena persediaan rambutan sudah terbatas. Memang perempuan itu menawarkan kami untuk memetik sendiri, tetapi karena waktu sudah menjelang sore, maka stok yang ada dimeja itu dibagi rata. Kedua perempuan itu kelihatan sangat gembira karena dagangannya diborong. Setelah membayar harga rambutan, saya tanya kedua perempuan itu, berapa penghasilan sehari dari hasil kebun rambutan ini? Mereka hanya katakan “cukup untuk beli ikan.” Sepertinya mereka tidak ingin bercerita tentang penghasilannya. Prediksi saya, rata-rata mereka bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp.100 ribu jika semua rambutannya terjual habis.

Namun, disepanjang jalan itu berjejer kebun rambutan, termasuk sejumlah penjual rambutan yang mendirikan gubuk sederhana tempat menjajakan dagangannya. Ini artinya, siapa pedagang yang ramah dan pintar menjajakan rambutannya maka merekalah yang beruntung. Oleh karena itu, kedua perempuan itu berpesan dalam bahasa Aceh agar kami mampir lagi. “Neu piyoh lom pak beuh,” kata mereka.

Facebook Comments