Pin It
Search
Wednesday 28 June 2017
  • :
  • :

5 Film Aceh Tsunami History

Dipenghujung tahun 2004, tepatnya pada hari Minggu, 26 Desember 2004, Indonesia dan delapan negara lainnya di kawasan Samudera India dilanda bencana tsunami sangat hebat. Tsunami tersebut telah merenggut lebih dari seperempat juta jiwa pada beberapa negara Asia dan Afrika yang meliputi : Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar, Bangladesh, Srilangka, India, Maladewa, Somalia dan Kenya.

Tanah yang tadinya hijau subur, perumahan yang tadinya tertata dengan baik, hancur musnah hanya dalam hitungan jam dan tertinggal sampah serta tubuh-tubuh tidak bernyawa. Aceh menangis, Indonesia berduka dan duniapun mengulurkan tangan sebagai bentuk solidaritas sesama umat manusia. Ttsunami memporak-porandakan Aceh dan menelan lebih 230 ribu korban jiwa. seakan tak terjadi, Aceh langsung bangkit dari keterpurukan, dalam 3 tahun rekontruksi kembali terbangun.

10 Tahun Tsunami Aceh masih akan selalu teringat sepanjang masa, karya mulai dari artikel, lagu hingga video pun diciptakan untuk mengenang Aceh 10 tahun silam. banyak film dokumenter yang mengisahkan cerita Tsunami di Aceh dan banyak yang sudah mendunia dan menjadikan kisah Tsunami di Aceh sebagai Bencana paling Besar dan mengerikan di Dunia. berikut beberapa ulasan Film Dokumenter tentang Tsunami Aceh :

1. Sang Pemberani

Sang Pemberani mengisahkan kehidupan satu keluarga yang terpuruk akibat tsunami yang melanda daerahnya. Sang tokoh utama, Madi, yang diperankan pendatang baru yang juga atlet karate asli Aceh, Ahmad Reza Hariyadi, adalah remaja yang berjuang hidup bersama ibunya (Artika Sari Devi) dan adik perempuannya (Annisa Asegaf) setelah ayah dan kakak laki-laki yang juga juara karate meninggal dunia.

Berjuang menata kembali hidupnya itu, Madi tekun belajar karate dengan membantu rekannya di pasar, Adoy yang diperankan Edwin “Superbejo”. Sampai kemudian Madi berteman dengan suami-istri warga Jepang yang ditolongnya di Bali–diperankan oleh sineas kenamaan Jepang Rina Takeda dan Kaname Kawabata.

Film yang skenarionya ditulis Salman Aristo, yang juga pernah menggarap film-film inspiratif seperti Ayat-ayat Cinta, Laskar Pelangi, dan Garuda di Dadaku itu–disebut sebagai film Karate Kid-nya Indonesia.
“Sang Pemberani ingin menyampaikan pesan tujuh budi utama karate, seperti keadilan, keberanian, kesetiaan, kesopanan, ketulusan dan tanggung jawab,” kata Bakhtiar.

Film produksi Eclips film dan B-Edutainment dan ESQ Group ini dibintangi Tio Pakusadewo sebagai guru karate Madi, Artika Sari Devi, Edwin Super Bejo, Annisa Assegaf, Ibrahim Imran (Baim), Nyoman Sumayasa, dan aktor laga 1980-an Willy Dozan, selain juga Kaname Kawabata dan Rina Takeda.

2. After The Tsunami

Kini, 10 tahun kemudian Suci telah kembali ke Tanah Air. Trauma dan pahitnya kehilangan keluarga tidak membuatnya melupakan Indonesia. Suci justru ingin berbuat lebih. Ia kini jadi aktivis pelestari lingkungan. Suci tak sendirian. Ada kisah pemuda-pemudi lain seperti Mahrizal, Rina Meutia, dan Muhammad Irham yang juga serupa. Dengan latar belakang berbeda mereka meninggalkan Aceh sejenak untuk belajar ke negeri orang. Saat kembali, mereka membangun daerah sesuai bidang masing-masing. Kesedihan mereka bangkit menjadi semangat berjuang nan kokoh. Jejak mereka terekam dalam film dokumenter After The Tsunami. Film buatan Larry Foley, profesor bidang jurnalisme di Arkansas University itu menceritakan perjuangan pemuda pemudi Aceh yang rela melupakan duka dengan menimba ilmu ke AS.

Pemutaran film After The Tsunami dapat diintip di halaman situs resmi @america.| sumber:ccnindonesia.com.

 

3. Hafalan Shalat Delisa

Tanggal 22 Desember 2011 lalu, ada dua momen yang dilaksanakan berbarengan dengan peringatan tujuh tahun tsunami Aceh, yang pertama adalah Seminar Nasional bertajuk “Peningkatan Peran Perguruan Tinggi dalam Manajemen Bencana” dalam rangka refleksi (lesson learned) 7 Tahun Tsunami Aceh dan Arahan Kebijakan Manajemen Bencana di Indonesia yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan sekaligus pemutaran perdana di bioskop film fiksi tentang tsunami Aceh yang berjudul “Hafalan Shalat Delisa.
diangkat dari novel laris berjudul sama karya Tere Liye yang disutradarai Sony Gaokasak dan diproduseri Chand Parwez Servia (Starvision). Pengambilan gambar dilakukan di Ujung Genteng, Sukabumi Selatan. Penyanyi Aceh, Rafli juga ikut terlibat dalam film ini dan menyanyikan musik pengiring film.

Dikisahkan bahwa Delisa (Chantiq Schagerl) sedang mengikuti ujian praktik hafalan shalat di sekolahnya saat tsunami menghantam kawasan Lhoknga, Aceh Besar. Saat itu, Delisa mengingat kata ustad Rahman (Fathir Muchtar) untuk khusyuk atau fokus saat beribadah, sehingga Delisa tidak mendengar teriakan Ummi dan orang tua lainnya di sekolah saat itu untuk menyelamatkan diri dari tsunami dan meninggalkan ujian praktik hafalan shalat.

Delisa hanyut dan akhirnya ditemukan oleh relawan dari AS, Smith (Mike Lewis). Kaki kiri Delisa luka dan terpaksa harus diamputasi. Delisa tinggal sebatang kara hingga ayahnya, Abi Usman (Reza Rahardian) yang selamat karena bekerja di kapal menemuinya di rumah sakit. Ayahnya selamat sedangkan Ummi (Nirina Zubir) dan ketiga kakak Delisa, Fatimah (Ghina Salsabila), Aisyah (Reska Tania Apriadi), dan Zahra (Riska Tania Apria) serta teman sepermainannya banyak yang menjadi korban tsunami. Walaupun kakinya tinggal satu, Delisa tetap mampu bertahan dan memberi semangat kepada teman-teman dan orang-orang yang disayangi untuk tidak mudah putus asa.

 

4. The Impossible

Film yang dibuat berdasarkan kisah nyata tentang bencana tsunami di Aceh pada bulan Desember 2004 lalu. The Impossible adalah film produksi Spanyol dengan disutradarai oleh Sutradara Spanyol Juan Antonio Bayona. The Impossible sudah tayang di Spanyol tanggal 12 Oktober 2012, dan menyusul setelahnya di negara-negara lain termasuk Indonesia. Adegan saat bencana tsunami terjadi di Thailand ditampilkan sangat detail sekali dengan spesial efek yang canggih dalam film ini. Melansir Liputan Feature VOA yang tayang pada tanggal 8 Januari 2013 tentang Film Tsunami, The Impossible. Film “The Impossible” mengangkat kisah tentang bencana alam Tsunami sembilan tahun silam, dengan korban meninggal dunia mencapai 230 ribu orang meninggal dunia. Alur cerita diangkat dari kisah nyata korban selamat. Film ini berhasil meraih banyak penghargaan, termasuk dalam Festival Film Hollywood untuk kategori Pemeran Terbaik

5. Pesan dari Samudra

Pesan dari Samudra, disutradarai oleh Riri Riza dan produser Mira Lesmana. Film ini ditujukan untuk menyediakan pelajaran pada publik dan menambah pengetahuannya yang berhubungan dengan bencana alam, khususnya tsunami. “Kami sadar bahwa banyak orang Indonesia yang tinggal di area rawan bencana,” kata Lesmana seperti yang dikutip di Japantimes, 19 Oktober tadi.

Situs Japantimes menyebutkan, film ini disponsori oleh Lembaga Penanganan Bencana Nasional, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Fasilitas Indonesia-Australia untuk Pengurangan Bencana. Film tersebut akan disiarkan secara nasional oleh stasiun televisi swasta Metro TV pada 26 Desember untuk memperingati delapan tahun tsunami dan bencana alam Aceh yang membunuh lebih dari 200 ribu orang Indonesia dan yang tinggal di tepi pantai Samudra Hindia.

“Film Pesan dari Samudra membawa dua pesan, satu dari alam dan yang satunya lagi dari samudra, yang merupakan nama salah satu tokoh di dalam film,” kata Riri Riza. Dan yang paling melekat dari pesan tersebu adalah bahwa berlari ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari tsunami merupakan hal yang terpenting untuk segera menyelamatkan nyawa setelah gempa bumi.”

Semoga Film yang mengisahkan tentang Tsunami di Aceh mengingatkan kita semua akan kebesaran Tuhan untuk mengigatkan hambanya untuk menjadi manusia yang taat. Amin.

Facebook Comments

Reviews

  • 8
  • 7
  • 0
  • 0
  • 0
  • 3

    Score