Pin It
Search
Monday 17 December 2018
  • :
  • :

3 Penjelajah kelas dunia yang singgah dan menulis tentang aceh

Sebagai salah satu kerajaan besar, Aceh menjadi salahsatu tujuan penjelajah-penjelajah baik sebagai pedagang, ilmuan atau penjelajah yang membawa berbagai misi, beberapa penjelajah kelas dunia yang namanya tersohor seluruh dunia sempat singgah dan menulis tentang aceh dari apa yang mereka lihat dan alami, seperti ibnu batutah, marcopolo dan laksama muslim dari china bernama cheng ho. Berikut beberapa pendapat mereka tentang tanah aceh yang dulunya pernah mencapai masa kejayaanya.

1. Ibnu Batutah, Sang Penjelajah dari Timur

Ibnu Batutah berasal dari Maroko, ia penjelajah dunia yang pernah singgah di Pasai pada Abad ke-14, tepatnya 1343. Batutah membuat banyak catatan bagaimana kehidupan di Pasai. Pada saat ia sampai di pelabuhan, masyarakat setempat menyambut Batutah dengan Perwakilan dari panglima kesultanan. Saat itu kerajaan Samudera Pasai di bawah pimpinan Sultan Malik az-Zahir. Batutah turut menceritakan sifat sultan yang ramah, dan rendah hati dan ia berada di Pasai selama 15 hari.

 

2. Marco Polo

Marco Polo seorang pedagang dan penjelajah Italia. Ia terkenal karena kisah-kisahnya yang menarik dan aneh bagi bangsa Eropa. Pada masa bangsa Barat belum mengenal dunia Timur, ia sudah berlayar melewati pantai Sumatera. Ia banyak menulis mengenai kisah perjalanannya berlayar saat ia berada di penjara. Termasuk  pengalamannya singgah di Kerajaan Ferlec (Perlak), Basman (Peusangan), Samara (Samudra Pasai), Dagroian (Pedir), Lambri, dan Fansur. Marco Polo mencatat bahwa negeri-negeri tersebut mengekspor timah, gading gajah, kulit penyu, kapur barus, cengkeh, pala, dan lain-lain.

 

3. Laksamana Cheng Ho

Laksamana Cheng Ho, kasim muslim kepercayaan Kaisar Yung Lo dari Dinasti Ming. Ia bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, namun beragama Islam. Sejak kecil dia dipanggil Ma Ho Ma, nama Muslim di Tiongkok, Ma di ambil dari Muhammad. Cheng Ho mendapat kenaikan pangkat dan tugas penting dari kaisar, khususnya untuk menjalin hubungan persahabatan dengan luar negeri atau politik pintu terbuka, sambil menunjukkan kebesaran dan kejayaan Tiongkok. Dia pernah memimpin tujuh Expedisi ke selatan antara tahun 1405 sampai 1433 menuju pusat-pusat dagang dunia. Dari tujuh expedisinya Laksamana Cheng Ho tiga kali singgah ke pusat dagang di Samudera Pasai. Pada 1407 Cheng Ho membawa lonceng besar yang sekarang di kenal dengan Cakra Donya sebagai hadiah dari kaisar untuk Raja Pasai.

Facebook Comments


batatx

Segalanya penuh warna