Pin It
Search
Thursday 2 July 2020
  • :
  • :

20 Tempat yang Membawamu Menyusuri Sisi Lain Kota Banda Aceh

Bila ke banda aceh kami rekomendasikan 20 tempat yang layak untuk dijelajahi, mengenali kota banda aceh yang sebenar-benarnya, mulai dari situs sejarah, wisata dan budaya aceh sehari-hari yang mungkin tidak pernah kalian dapatkan di daerah lain.

 

1. Awali perjalananmu dengan mengunjungi Mesjid Raya Baiturrahman

Selain tempat ibadah, mesjid yang mirip dengan tajmahal menjadi saksi bisu sejarah aceh yang berabad-abad lalu sejak dibangun tahun 1022 H/1612 M oleh Sultan Iskandar Muda. Sebagai tempat bersejarah yang memiliki nilai seni tinggi, Masjid Raya Baiturrahman menjadi objek wisata religi dan termasuk sebagai salahsatu daftar mesjid terindah di Indonesia. Lokasinya tepat di jantung kota banda aceh.

 

2. Belanja Souvenir di Pasar Aceh

Pasar aceh tepat bersebelahan dengan mesjid raya baiturrahman, kalian bisa berjalan kaki menyusuri outlet-outlet yang menjajakan pakaian dan berbagai souvenir etnik yang harga yang terjangkau pastinya.

 

3. Singgah di Gunongan, Bukti Cinta Sultan Aceh kepada Permaisuri

Gunongan dibangun dikomplek Taman Putroe Phang pada periode 1607-1636 sebagai bukti cinta Sultan Iskandar Muda kepada Permaisuri Putroe Phang yang berasal dari Kerajaan Pahang. Ibaratnya Taj Mahal , Gunongan juga menjadi salah satu simbol cinta yang ada didunia ini, so jangan lewatkan yang satu ini kalau sudah di Banda Aceh.

 

4. Belajar tentang aceh di Museum Aceh

Sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya singgah di museum aceh di jalan Sultan Alaiddin Mahmudysah Banda Aceh. Museum aceh dikenal sebagai museum yang memiliki koleksi berbahan emas terbanyak di nusantara mulai dari koin, rencong bergagang emas, kalung, anting dan lain-lain peninggalan aceh masa lalu. Selain itu dimuseum kamu bisa belajar banyak hal tentang aceh, sejarah perang masa kesultanan hingga tsunami. Tiket masuk museum rp. 2.000 dan 1.000 untuk anak-anak.

 

5. Mengenang bencana tsunami di Museum Tsunami

Bangunan tsunami dibangun dengan konstruksi unik dan megah yang kaya filosopi berlokasi di jalan Iskandar Muda. Arsitektur museum ini menggabungkan rumoh Aceh bertipe panggung dengan konsep escape building hill berupa bukit untuk evakuasi bencana. Museum yang menyimpan peninggalan-peninggalan bencana tsunami buka setiap hari kecuali hari Jum’at pukul 10.00-12.00 dan 15.00-17.00.

Memasuki museum kamu akan melewati ruang gelap dan lembab dengan efek air jatuh di dinding, selanjutnya sebuah ruangan yang dilengkapi standing screen menampilkan foto-foto kejadian tsunami dan proses rehab rekon. Ruangan selanjutnya kamu mesti memasuk Ruangan berbentuk seperti cerobong semi-gelap dengan tulisan Allah dibagian puncaknya. Hal ini direfleksikan dengan perjalanan memutar keluar dari cerobong tersebut menuju Jembatan Harapan (Hope Bridge). Ketika mencapai jembatan ini, kamu bisa melihat bendera 52 negara, seakan mereka mengulurkan bantuan untuk mereka. Melalui jembatan ini, seperti melewati air tsunami menuju ke tempat yang lebih tinggi. Museum Tsunami Aceh anda juga akan di sambut dengan pemutaran film tsunami selama 15 menit dari gempa terjadi, saat tsunami terjadi hingga saat pertolongan datang.

 

6. Bukti kedasyatan Perang Aceh di Komplek Kuburan Kerkoff 

Kuburan Kerkhoff Banda Aceh adalah kuburan militer Belanda yang terletak di luar negeri Belanda. Kuburan kerfkoff di Banda Aceh adalah salah satu yang terluas di dunia. Sekitar 2.200 tentara termasuk empat orang jenderal dimakamkan di sini, di tanah tempat para pejuang Aceh yang sangat gigih melawan kolonialisme Belanda. Perang Aceh berlangsung pada 1873-1904, sebuah perang dimana dalam sejarah Belanda, inilah perang yang paling pahit melebihi pahitnya pengalaman mereka dalam Perang Napoleon. Komplek Makam Kerkhoff berukuran 150 x 200 m berlokasi di Jalan Teuku Umar, Kampung Sukaramai, Blower (samping Museum Tsunami) Banda Aceh.

 

7. Mengunjungi Monumen Sejarah Pesawat Seulawah RI 001

Pembangunan monumen ini pertama kali di cetuskan oleh TNI Angkatan Udara, dimaksudkan untuk mengenang jasa jasa masyarakat aceh yang telah secara sukarela mengumpulkan harta bendanya untuk membiayai pembelian Seulawah. Pesawat ini dulunya memiliki kode pesawat VR HEC, setelah dibeli dan dibawa ke Indonesia,yang saat itu mendarat pertamanya di padang, barulah kemudian presiden soekarno mengubah nama pesawat itu menjadi SEULAWAH yang artinya gunung emas dan diubah kode registrasinya menjadi RI 001.

Monumen Replika Pesawat Seulawah RI 001 terletak di lapangan blang padang, kecamatan Baiturrahman, Banda aceh, hanya sekitar 1 kilometer dari pusat kota Banda Aceh. Untuk menuju ke monumen ini,pengunjung dapat menggunakan angkutan umum dalam kota, masyarakat Banda Aceh biasa menyebutnya angkutan labi labi.

 

8. Mampir di PLTD Apung

Kamu perlu melihat bukti kedasyatan tsunami dengan mengunjungi situs tsunami PLTD Apung yang berlokasi di di Desa Punge, Blancut, Banda Aceh. Kapal dengan panjang 63 meter dan luas mencapai 1.900 meter persegi dan bobot 2.600 ton terseret ke tengah pemukiman penduduk sejauh 5 kilometer. Di sekeliling monumen, dibangun dinding dengan relief menyerupai gelombang air bah. Dari atas kapal ini, pengunjung juga dapat melihat rangkaian pegunungan Bukit Barisan.

 

9. Kuburan Massal Ulee Lheue

 

Lokasi pemakaman massal ini sendiri berada di jalan pocut baren No.30, yaitu di lokasi halaman bekas gedung RSUD Meuraxa. Terhitung dalam lahan pemakaman massal itu menampung sekitar 14.264 korban jiwa, yang dikubur dalam satu liang tanpa nisan. Hanya terdapat tiang penanda dari besi yang memberitahukan dimana lokasi kuburan untuk orang dewasa dan kuburan anak anak.

Untuk menuju lokasi kuburan massal Ulee Lheue ini tidaklah sulit, karena letaknya yang tidak jauh dari pusat kota Banda Aceh. Jika pengunjung menggunakan kendaraan pribadi, maka dari pusat kota Banda Aceh pengunjung dapat melintasi sepanjang Jalan Sultan Iskandar Muda yang menuju pelabuhan Ulee Lheue.

Ketika sudah mendekati laut sebelum bundaran Ulee Lheue, maka pengunjung akan bertemu jalan pocut baren di sisi sebelah kiri jalan. Pengunjung tinggal melintasi jalan pocut baren ini dan tidak jauh akan nampak komplek kuburan massal Ulee Lheue yang berada di sisi kiri jalan pocut baren ini.

Jika kamu menggunakan sarana angkutan umum atau biasa warga sekitar menyebutnya dengan angkutan labi labi, maka dapat naik labi labi dari terminal keudah dengan trayek jurusan terminal keudah – punge – Ulee Lheue.

Dengan tarif yang dipasang sebesar Rp 2.000*) maka angkot jurusan ini akan mengantarkan menuju Ulee Lheue. Kamu tinggal berhenti di persimpangan jalan yang menuju pocut baren dan tinggal berjalan kaki untuk menuju komplek pemakaman.

Jika takut tujuan lokasi ini terlewati oleh labi labi, maka pengunjung dapat memberi tahu sopirnya untuk berhenti di dekat komplek kuburan massal Ulee Lheue. Alternatif lainnya pengunjung juga dapat menggunakan becak motor. Tarif yang dipasang sekitar Rp 15.000*) untuk sekali jalan sampai ke lokasi pemakaman masal ini.

 

10. Pusat Jual Beli Batu Giok Ulee Lheue

Gaung kemahsyhuran batu mulia provinsi paling ujung barat Indonesia memang sedang berada di puncak popularitasnya usai menjuarai kontes batu yang baru-baru ini dihelat di Jakarta. Ditambah lagi fakta yang menobatkan kekayaan perut bumi Serambi Mekkah itu sebagai giok terbaik Asia. Tak heran jika kini giok aceh merajai pasar batu mulia di tanah air dan diam-diam merambah pasar dunia. Kamu yang sedang berada di aceh sungguh ga asik kalo melewatkan pusat jual beli giok aceh yang berlokasi 100 meter dari simpang Ulee Lheue Banda Aceh.

11. Mesjid Baiturrahim, satu-satunya bangunan yang berdiri saat tsunami

Masjid Baiturrahim Ulee Lheue merupakan salah satu masjid bersejarah di kota Banda Aceh selain Masjid Raya Baiturrahman. Sama seperti Masjid Baiturrahman, Masjid Baiturrahim pun telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Aceh sejak masa kesultanan, penjajahan Belanda, Jepang, hingga era kemerdekaan dengan segala pahit manisnya sejarah. Bencara Tsunami 26 Desember 2004 mengangkat masjid Baiturrahim ke media pemberitaan dalam dan luar negeri ketika hantaman air tsunami berlalu menyisakan bekas yang luar biasa mengerikan, seluruh kota luluh lantak kecuali bangunan masjid Baiturrahim. Lokasi mesjid tepat berada di Simpang Tiga Ulee Lheue dari ditempuh dengan labi-labi atau becak motor.

 

12. Menikmati Jagung di Pantai Cermin

Kawasan ini ramai dikunjungi warga untuk sekedar menikmati senja sambil menikmati kuliner kaki lima.   Lokasinya mudah diakses karena tidak jauh dari pusat kota, sekitar 15 menit berkendara dari Pusat Kota melewati Blang Padang dan Punge Blang Cut.

Pengunjung Pantai Ulee Lheue selain dapat menimati keindahan suasana pantai yang berair tenang, juga bisa mencoba permainan air seperti bebek air atau menyewa boat kecil untuk sekedar memutar mengelilingi pantai. Selain itu, lokasi satu ini juga dipenuhi pemancing yang ingin memancing ikan karang seperti ikan kerapu atau rambe

 

13. Situs Tsunami Kapal di Atap

Pada saat tsunami Kapal berukuran 25 x 5,5 meter dengan berat mencapai 20 ton ini terseret sepanjang kilometer dan mendarat tepat diatas rumah warga. Disekitar lokasi wisata tsunami “Objek Perintah Allah Kapal diatas Rumah” pengunjung bisa melihat foto-foto tsunami dan 900 lebih nama-nama warga lampulo yang meninggal dalam bencana tersebut. Untuk mendengarkan cerita saat terjadinya tsunami, disana tersedia guide yang siap menceritakan bagaimana kejadian bagaimana kapal nelayan lampulo ini bisa mendarat diatas rumah warga.

Kapal apung Lampulo yang terdampar ini terletak tidak jauh dari pelabuhan perikanan, hanya sekitar 1 Kilometer dari dermaga, lebih tepatnya berada di jalan tanjung yang berada di kampung Lampulo, kecamatan Kuta Alam, kota Banda Aceh. Untuk menuju ke lokasi ini kamu dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun menggunakan becak motor.

 

14. Menikmati mie Aceh

Waktu berkunjung ke Banda Aceh, ada rekomendasi kuliner lezat di Mie Razali, yang letaknya di kawasan Peunayong, tepatnya di Jl. T.P Polem Banda Aceh.Begitu sampai di depan warungnya, aroma tumisan rempah khas Aceh begitu kuat menguar, membuat lidah semakin bergoyang. Mie Aceh asli akan kamu rasakan disini dan jangan sampai ketagihan 😀

15. Berziarah ke Makam Syiah Kuala

Lokasi tempat objek wisata spiritual yang berupa Makam Syiah Kuala ini terletak di daerah pinggir Pantai, atau lebih tepatnya muara Sungai Aceh, yang terletak Desa Deyah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, kota Banda Aceh,

Untuk masalah ongkosnya, tarif yang di tetapkan oleh angkutan Labi-Labi tersebut adalah, Rp 2.000*) per orang. Sedangkan untuk tarif becak motor, dikenakan sesuai seberapa jarak, jika masih di dalam kota mungkin hanya menghabiskan ongkos paling besar sekitar Rp 5.000*) saja, tergantung dari mana kamu mulai menaiki becak motor tersebut.

 

16. Komplek Taman Safiatuddin

Komplek taman ratu sifiatuddin berada Lamprit, tepatnya di belakang kantor gubernur aceh, dalam areal taman terdapat 23 anjungan setiap kabupaten kota se aceh yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri berdasarkan daerah masing-masing, Komplek Taman Ratu Safiatuddin biasa dijadikan sebagai tempat perhelatan acara-acara kebudayaan dan seni.

 

17. Hutan Kota di Tibang

Hutan Kota BNI terkenal dengan sebutan Taman Kota ini terletak di desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, tak terlalu jauh dari Simpang Mesra menuju arah Krueng Raya, tempat ini memang masih tergolong baru. Lokasinya yang sedikit tersembunyi, membuat anda terkadang bisa saja melewatinya jika tidak melihat papan nama Hutan Kota BNI yang ada di pinggir jalan.

 

18. Ngopi di Dhapu Kuphi

Tak lengkap rasanya kalau ke aceh belum mencoba kopi aceh, bagi masyarakat aceh minum kopi dan duduk di warungkopi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dhapu kupi menjadi salahsatu tempat favorit dan selalu ramai pengujung. Lokasinya tepat di simpang surabaya banda aceh, selain mudah di akses warkop ini juga selalu ramai dikunjungi dan tetap buka selama 24 jam.

 

19. Menyantap Ayam Tangkap

Kini saatnya menikmati hidangan spesial aceh “Ayam Tangkap”. Ayam Tangkap banyak ditemukan di restoran di Banda Aceh, salah satu restoran yang menawarkan menu ini adalah Rumah Makan Aceh Rayeuk di Jalan Leung Bata, Banda Aceh. Resto ini berdiri sejak 11 tahun lalu. Menurut pengelola, Riki, restonya banyak menjadi rujukan penikmat kuliner dari luar Aceh, salah satunya Bondan Winarno, Ketua Komunitas Wisata Boga Jalansutra dan pemandu liputan kuliner di salah satu televisi nasional.

 

20. Malam di Rex Peunayong

Selain ramai, kawasan Rex di malam hari menjadi pilihan utama bagi kamu yang suka menikmati suasana malam di banda aceh. Rex Peunayong menawarkan wisata kuliner dari berbagai jenis makanan dan minuman dengan harga terjangkau dan pas dikantong tentunya. Kawasan Rex Peunayong letaknya juga strategis karena dikelilingi penginapan dan warung makan yang bisa disinggahi pengunjung.

Facebook Comments


batatx

Segalanya penuh warna