Pin It
Search
Saturday 18 November 2017
  • :
  • :

“Asai Meulinteung Kareung Jeut ke Abee”

Salam hangat untuk sahabat pecinta petualangan. Kali ini kami akan berbagi cerita tentang perjalanan ke Aceh Jaya. Tempat yang akan kami tempuh ini berjarak sekitar 130 km dari Banda Aceh. Untuk waktu keberangkatannya kami memilih malam hari, karena kami ingin menyaksikan keindahan sunrise di Aceh Jaya.

Selang beberapa jam perjalanan, kami tiba di Aceh Jaya.Kami bermalam di tepianpantai, dengan suasana pemandangan pulau di tengah lautan. Tidak lama kami bersantai, terbitlah sang fajar yang membuat kami terpukau. Berhubung semakin terang, kami bersiap menuju desa gampung baru di perdalaman desa Aceh Jaya.

Nahh… pasti di pikiran para sahabat, orang kampung yang tinggal di pedalaman itu tidak bersahajakan? Jangan salah dulu, karena sesampainya di sana, kami mendapa tsambutan hanga tdari penduduk desa tersebut. Kami juga sempat bercengkerama dengan mereka.

Setelah puas bercengkerama dengan mereka, kamipun diajak ke Air terjun Alu Sadot. Yess… inilah tujuan utama kami guys. Untuk mencapai air terjun tersebut, kami harus menempuh jarak 3 km. Kami hanya bisa menggunakan sepeda motor sejauh 1 km, karena untuk 2 km lagi kami harus menempuh dengan berjalan kaki.

Begitu banyak rintangan yang terpampang jelas dihadapan kami, inilah yang membuat kami semakin tertantang untuk mencapai air terjun tersebut. Sesuai dengan moto kami “ Asai Meulintang Kareung Jeut Ke Abee”, Jadi kami tidak boleh menyerah dengan rintangan-rintangan yang akan kami hadapi. Asiikk…

Tidak hanya pepohonan yang rimbun, tetapi rawa-rawa yang di penuhi oleh lintah pun selalu menemani perjalanan kami. Dalam perjalanan yang ekstrim ini, kami jug amenjumpai kotoran dan jejak-jejak sang penguasa rimba, yaitu kotoran dan jejak-jejak gajah.

Ternyata rintangan lain pun telah menunggu kami, yaitu ilalang yang menjulang tinggi siap mengukir goresan-goresan lembut dikulit kami.Setelah melewati ilalang tersebut, akhirnya kami sampai di tepian alur yang pertama dan kami berhenti sejenak untuk melepaskan penat sekaligus memeriksa selangkangan kami yang penuh dengan darah karena gigitan lintah dirawa yang kami lewati tadi..

Dengan bekal yang seadanya, kami menikmati alur sungai nan jernih dan sejuk dengan kicauan burung,membuat kami bersemangat untuk menempuh perjalanan menuju air terjun Alu Sadot.

Setelah beristirahat sekitar setengah jam , kami melanjutkan perjalanan.Tidak lama kami berjalan, akhirnya sampailah kami di air terjun alu sadot and AWESOME…it’s like a paradise guys,, air yang begitu sejuk dengan rimbunanpohon yang menjulang tinggi disekelilingnya, membuat kami menikmati suasana yang begitu alami. Semua lelah selama perjalanan kami pun terbayar. Inilah dia airterjun Alu Sadot, yang belum pernah di kunjungi olehwisatawan.

 

 

 

nonton video perjalanannya dsni

Facebook Comments


bastera rusdi

Saya adalah jiwa bebas yang menyukai seni photography, dan sangat menjunjung tinggi etika dalam pengambilan sebuah karya untuk menciptakan sebuah seni. Traveling adalah satu wujud kerja saya dalam mencari sebuah inspirasi.